Des
31
Filed Under (Resensi) by violater2079 on 31-12-2009 and tagged

Senin, 28 Desember 2009 13:13
KapanLagi.com - Semua sutradara atau produser pasti berharap film yang mereka buat bisa mendatangkan keuntungan dalam bentuk dolar maupun pujian dari para kritikus film yang kadang kelewat cerewet. Berbagai usaha mereka lakukan untuk membuat film yang mereka produksi menjadi film yang masuk kategori bagus tanpa menghilangkan nilai komersialnya. Sayang kadang di tengah proses pembuatan ini ada sesuatu yang lupa mereka perhatikan sehingga saat diedarkan film ini gagal meraih hati para pengamat film.

Bisa jadi mereka sudah memperhatikan semua aspek dengan baik namun yang jadi masalah adalah visi mereka ternyata tak sejalan dengan para kritikus. Lagi-lagi hasilnya menjadi bahan cercaan para pengamat. Terlepas dari disengaja atau tidak, memang tidak semua film bisa menjadi film yang bagus tanpa harus kehilangan nilai komersial.

Menilai film sendiri memang bukan pekerjaan yang mudah. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Film yang sukses mengumpulkan dolar bukan jaminan bahwa film tersebut punya nilai tinggi sementara sebaliknya film yang tak laku juga bukan berarti film tersebut buruk. Setelah menimbang-nimbang akhirnya muncul sepuluh judul film yang kami anggap layak mendapat gelar film terburuk tahun 2009 ini, tentunya film-film tersebut yang sudah masuk ke jaringan gedung bioskop di tanah air.

1. STREET FIGHTER: THE LEGEND OF CHUN-LI
STREET FIGHTER: THE LEGEND OF CHUN-LIFilm laga dengan latar belakang martial arts memang biasanya mengandalkan soal special effect dan koreografi tarung sebagai pilar utamanya. Mungkin dengan pertimbangan ingin mengubah stigma itu pula Andrzej Bartkowiak, sang sutradara, tak terlalu memperhatikan titik krusial ini. Akibatnya, usaha memperbaiki usaha awal mengadaptasi game Street Fighter ke layar lebar ini jadi sia-sia. Alur cerita cenderung datar dan mudah ditebak sementara ide cerita pun sudah basi. Ditambah lagi akting yang pas-pasan dan naskah yang kurang menggigit, lengkap sudah penderitaan film ini. Mau tak mau STREET FIGHTER: THE LEGEND OF CHUN-LI harus rela berada di jajaran film terburuk tahun ini.
Baca resensi selengkapnya2. OLD DOGS
OLD DOGSMenyia-nyiakan potensi yang sudah ada di depan mata. Itulah kesan yang tertangkap setelah menyaksikan film karya Walt Becker ini. Bagaimana tidak. Ada dua nama yang bisa dijadikan jaminan film bagus bergabung dalam film ini tapi nyatanya fakta itu tak membuat film ini jadi sebuah tontonan yang menarik.

Naskah yang kurang kokoh dan sutradara yang tak mampu mengeksploitasi potensi dua aktor andal ini adalah penyebab tidak munculnya kekuatan yang dimiliki John Travolta dan Robin Williams. Akhirnya yang tersisa hanyalah joke-joke hambar dalam kerangka cerita yang kurang menggigit pula. Bayangkan betapa sia-sianya John dan Robin bermain dalam film ini.
Baca resensi selengkapnya

3. WHITEOUT
WHITEOUTMengangkat kisah dari sumber yang sudah ‘besar’ memang kadang beresiko tinggi buat sang sutradara. Kalau gagal menyamai reputasi sumber aslinya maka caci-maki para penggemar sumber asli plus para kritikus jelas tak akan bisa dibendung lagi. Kenyataan pahit itulah yang dihadapi oleh Dominic Sena saat mengadaptasi komik berjudul Whiteout ke layar lebar. Entah kenapa, malah film yang juga diberi judul WHITEOUT ini jadi terlihat seperti mengekor film INSOMNIA dan parahnya lagi Kate Beckinsale tak mampu menghidupkan karakter Carrie Stetko seperti yang dilakukan Al Pacino saat bermain dalam INSOMNIA. Akhirnya, WHITEOUT jadi tak lebih dari sekedar film thriller biasa.
Baca resensi selengkapnya4. BRIDE WARS
BRIDE WARSDua aktris berpotensi beradu akting dalam satu film yang tak didukung naskah yang memadai jadinya adalah BRIDE WARS ini. Film ini sebenarnya tak menawarkan banyak. Alur cerita cenderung polos dan tak memiliki ‘denyut’ yang cukup kuat. Artinya, yang terjadi selama 89 menit itu hanyalah ‘perpanjangan’ dari konflik yang pada titik tertentu terasa agak dipaksakan. Ini diperparah dengan tidak adanya latar belakang yang cukup kuat untuk mendukung karakter masing-masing tokoh sehingga di akhir cerita, film ini seolah berlalu begitu saja tanpa ada kesan yang cukup kuat. Alhasil, Gary Winick, sang sutradara, tak mampu menyelamatkan film ini dari jajaran film dengan nilai terendah di tahun 2009 ini.
Baca resensi selengkapnya5. SORORITY ROW
SORORITY ROWBerapa banyak film thriller yang dibuat berdasarkan ide yang dibawa oleh film berjudul SORORITY ROW ini? Jawabnya mungkin sudah terlalu banyak. Tapi nyatanya itu tak menghalangi produser dan sutradara menawarkan konsep serupa. Masalahnya, sampai saat ini masih ada peluang untuk mengeruk keuntungan dari konsep ini. Pasar masih suka ditakut-takuti dengan cara klasik meski pada dasarnya mereka sudah tahu persis apa yang bakal terjadi.

Akhirnya dengan cerita yang sangat simple dan generik, yang tersisa hanyalah masalah mengulur waktu sampai memenuhi kuota untuk disebut sebagai film full feature. Tak heran jika film ini banyak mendapat kritikan dari pengamat film. Nyatanya, film dengan biaya produksi US$12,5 juta ini masih mampu mengembalikan modal awal pembuatan.
Baca resensi selengkapnya

6. THE UGLY TRUTH
THE UGLY TRUTHKonsep cerita yang sama sekali tidak menyimpang dari pakem film drama komedi bisa jadi adalah kunci kegagalan film ini meraih simpati para kritikus. Nyatanya memang tak ada yang baru dari film ini. Dari awal pun penonton sudah bisa memperkirakan bagaimana akhir dari film ini. Artinya, satu-satunya yang bisa dijadikan tumpuan agar penonton tak beranjak dari tempat duduk hanyalah alur cerita yang menarik dan kemampuan akting sang aktor dan aktris. Dalam kasus THE UGLY TRUTH ini yang paling banyak berperan justru adalah kemampuan akting karena alur cerita sebenarnya sudah tak mampu berbuat banyak. Itu pun masih belum mampu mengangkat pamor film ini agar lepas dari jajaran film dengan nilai terendah tahun ini.
Baca resensi selengkapnya7. I LOVE YOU, BETH COOPER
I LOVE YOU, BETH COOPERFakta bahwa film ini diangkat dari kisah nyata ternyata bukanlah jaminan bahwa hasil yang disajikan akan menarik. Nyatanya I LOVE YOU, BETH COOPER yang konon didasarkan pada pengalaman pribadi Larry Doyle, sang penulis naskah, malah sama sekali tak terasa ‘hidup’.

Dengan naskah yang setipis itu, jelas tak banyak yang bisa dilakukan oleh para pemeran dalam film ini. Paul Rust tak mampu membuat karakter nerd yang ia perankan jadi berbeda dari para nerd sebelumnya. Untungnya Hayden Panettiere mampu sedikit menghidupkan suasana yang mulai terasa membosankan ini. Itu pun tak terlalu mampu membawa film ini jadi benar-benar sebuah hiburan yang fresh.
Baca resensi selengkapnya

8. THE PINK PANTHER 2
THE PINK PANTHER 2Ada dua hal yang patut disayangkan dari film ini. Yang pertama adalah casting bagus yang tak diimbangi dengan naskah dan penyutradaraan yang sama bagusnya. Akibatnya para aktor dan aktris pendukung yang sebenarnya dapat ‘berbuat lebih’ seolah jadi karakter dangkal yang hanya muncul bergantian dari awal hingga akhir film.

Masalah kedua adalah gagalnya sang sutradara dam penulis naskah untuk menuangkan ide lama, The Pink Panther, menjadi sebuah tontonan yang berkualitas. Akhirnya, film ini hanya menjadi sekedar rangkaian humor fisik macam THE THREE STOOGES atau Warkop DKI yang dengan segera terlupakan ketika film berakhir.
Baca resensi selengkapnya

9. DRAGONBALL EVOLUTION
DRAGONBALL EVOLUTIONSekali lagi, adaptasi dari bentuk lain yang sudah lebih dulu populer tidak selalu menguntungkan. Bila bisa mengalihkan ‘jiwa’ dari kisah yang diadaptasi ke bentuk lain maka popularitas versi aslinya akan mendongkrak pamor film yang mengadaptasi. Sebaliknya jika gagal menangkap ‘roh’ tadi maka caci-maki para fans setia jelas tak terhindarkan. Dalam kasus DRAGONBALL EVOLUTION ini yang jadi masalah adalah banyaknya ‘penyesuaian’ yang harus dilakukan sang sutradara yang akhirnya malah membuat para fans manga ini jadi kecewa lantaran visualisasi sang sutradara telah menyimpang jauh dari visualisasi dalam komik. Situasi jadi lebih tak menguntungkan lantaran buat para penonton yang bukan penggemar manga, film ini juga tak memberikan sesuatu yang ‘jelas’.
Baca resensi selengkapnya10. TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN
TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLENMurni suguhan visual. Hanya itu yang akan Anda dapat saat menyaksikan film TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN. Alur cerita kurang menggigit dan naskah yang kurang tergarap dengan baik adalah masalah yang dihadapi film ini. Akhirnya yang tersisa dari film berdurasi sekitar 150 menit ini hanyalah CGI yang memang disajikan dengan baik.

Soal efektif atau tidak yang pasti pesta CGI adalah tujuan utama Michael Bay membuat film ini. Ditambah lagi akting yang tak memadai dari Megan Fox maka mau tak mau Michael Bay harus merelakan film TRANSFORMERS: REVENGE OF THE FALLEN masuk ke daftar film terburuk tahun ini.
Baca resensi selengkapnya

Film-film seperti MISS MARCH, TRANSYLMANIA, ALL ABOUT STEVE, dan BEYOND A REASONABLE DOUBT bisa disebut film-film yang beruntung karena sampai tahun 2009 berakhir film ini masih belum beredar di tanah air. Kalau tidak, bisa jadi mereka juga harus rela masuk ke daftar di atas.

Des
30
Filed Under (u hav idea???) by violater2079 on 30-12-2009 and tagged

Mengagumkan memang ketika jumlah pengguna Facebook melebihi jumlah pemilik laptop dan komputer. Belum ada penelitian resmi, namum bisa dinalar bahwa kultur Facebook lebih mampu menyelesaikan persoalan gagap teknologi di berbagai lapisan masyarakat.

Dengan dukungan dari perangkat bergerak yang semakin murah harganya, dan spesifikasinya pun mendukung kebutuhan internet, maka jumlah tersebut lebih cenderung bertambah daripada berjalan di tempat.

The Next Big Thing

Facebook dan Twitter tak akan jadi tren abadi. Mau tak mau, mereka pasti akan menemui nasib seperti Friendster saat muncul produk baru yang lebih seksi dan menarik.

Jangan terlalu fokus membuat the next big thing. The next big thing teramat susah dikalkulasi. The next big thing happens in split second. Seperti saat Twitter jadi populer karena ada tragedi yang terjadi di sini.

Yang lebih masuk akal dan lebih mudah dihitung adalah produk yang menawarkan added value atau alternatif bagi yang sudah bosan dengan Facebook dan Twitter

Peluang Bagi Produk Lokal

Facebook dan Twitter bukan produk sempurna yang bisa memuaskan semua orang. Sehebat apapun manfaatnya, tak semua orang bakal merasa cocok dengan Facebook atau Twitter. Tapi banyak dari mereka yang terpaksa mencoba Facebook dan Twitter.

Setelah mereka bosan, kemana mereka akan pergi? Akan dipakai untuk apa perangkat bergerak yang sudah mendukung internet tersebut? Inilah peluang yang bisa ditangkap oleh produk lokal.

Bagaimana strategi untuk menangkap konsumen ini?

Augments Microblog

Habit konsumen tidak bisa diubah secara drastis. Saat ini mereka baru akrab dengan model status update di Facebook dan Twitter. Mungkin ditambah dengan mengunggah gambar dan video langsung dari hape. Oleh karena itu produk yang punya kesempatan sukses adalah produk yang model penggunaannya tidak terlalu jauh update status.

Ya, jadi agak jelas sekarang. Koprol bisa jadi the next thing karena mengaugmentasi status update dengan data lokasi. Tapi permainan baru mungkin harus ditambahkan supaya tidak terlalu terasa seperti produk pemain lama.

Enhances Social Network

Mengomentari status teman dan unggah foto jadul lama-lama pasti membosankan. Sedangkan Mafia Wars dan Farmville mungkin akan jadi produk tersendiri seperti yang disebut @dianarakeren. Lalu apa yang baru?

Mungkin koneksi selanjutnya adalah koneksi antara orang dan bisnis. Tidak sekedar dalam bentuk fans dan grup namun sudah menjangkau aktivitas transaksi. Jaringan sosial bisa dibawa ke tingkatan yang lebih lokal dengan entitas-entitas yang lebih nyata. Misalnya dengan entitas bisnis di sekitar tempat tinggal atau posisi realtime pengguna.

Where is Realtime Things?

Untuk yang satu ini silahkan Anda menyumbangkan komentar :D

So, sudah siap dengan produk baru setelah Facebook dan Twitter jadi membosankan?

Des
30
Filed Under (undian) by violater2079 on 30-12-2009 and tagged

IPOD NANO gratis dari situs jejaring sosial,mau?

Ipod Nano gratis untuk Anda

Sebuah situs jejaring sosial yang mirip dengan Facebook, namanya VK (Vorwerk Kobold) mengadakan kontes akhir tahun khusus untuk orang Indonesia berhadiah iPod nano 5G (senilai ($189) untuk 20 pemenang.

Sambil menikmati jejaring sosial ini layaknya Facebook kita bisa dapat Ipod Nano GRATIS!! :)

Cara mendapatkan Ipod Nano Gratis:

1. Silahkan buka link http://bit.ly/JoinVK

2. Isi formulir pendaftaran dengan lengkap dan sesuai data yang sebenarnya

3. Aktivasi pendaftaran melalui link yang dikirimkan VK ke email anda

4. Pastikan HP anda aktif, masukkan nomor HP anda pada link aktivasi untuk mendapatkan kode aktivasi via sms. Format isian no hp adalah +62…. misalnya no hp anda 081806849393 maka anda masukkan +6281806849393. Tunggu kira-kira 1-5 menit hingga sms berisi 5 digit kode aktivasi dikirimkan ke no hp anda via sms oleh VK.

5. Masukkan 5 digit kode aktivasi tsb utk mengaktifkan keanggotaan anda.

6. Selanjutnya anda dibawa masuk ke member area VK anda dan di sebelah kiri ada link “Contest detail”. Klik link tersebut utk menemukan link affiliasi anda

7. Pastikan juga mengklik menu “My Profile” di sebelah kiri atas untuk melengkapi data diri (contact information), terutama NAMA dan ALAMAT untuk pengiriman hadiah dan sahabat WAJIB MENGUPLOAD FOTO dan MENGISI DATA PENDIDIKAN sahabat.

Kontes ini berlaku untuk pendaftaran tanggal 27 Desember 2009 s.d 10 Januari 2010. Buruan daftar di http://bit.ly/JoinVK masih banyak kesempatan bro !

Setelah mendaftar, invite-lah teman-teman sahabat sebanyak mungkin dari facebook, friendster, twitter, dll, untuk bergabung di VK supaya bisa masuk peringkat 20 besar kandidat penerima iPod nano 5G ini.

Sekadar info saat saya memposting tulisan ini (29/12 ‘09 jam 3.23), peserta kontes peringkat terbawah (ke-20) baru mendapatkan 12 orang! masih besar sekali peluang kita untuk masuk posisi posisi 20 besar kandidat penerima iPod nano 5G. Jangan mau kalah! sahabat masih punya kesempatan hingga tanggal 10 Januari 2010 pukul 03.00 pagi untuk bisa merebut hadiah diatas.

Tunggu apa lagi???

Dijamin mantap

Des
30
Filed Under (Launching) by violater2079 on 30-12-2009 and tagged

Buku Membongkar Gurita Cikeas Dilaunching

JAKARTA–Buku kontroversial karya George Junus Aditjondro Membongkar Gurita Cikeas: Dibalik Skandal Bank Century bakal diluncurkan Rabu (30/12. Selain itu, bedah buku akan diisi diskusi bersama beberapa elemen masyarakat.

Rencananya, peluncuran buku setebal 183 halaman ini akan diadakan di Doekoen Cafe, Pancoran, Jakarta Selatan sekitar jam 12.00 WIB. Sebelumnya buku ini telah diluncurkan penerbit Galang Press di Yogyakarta sepekan lalu.

Buku ini telah mendatangkan kontroversi di tengah masayarakat, khususnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam buku ini. Bahkan isu penarikan buku-buku ini dari toko buku sudah berhembus sejak pertama kali buku ini diluncurkan ke pasaran.

Pro kontra terhadap buku ini semakin mencuat saat Presiden RI SBY ikut bereaksi, lantaran substansi buku memuat data sekunder dari laman-laman website tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta keluarganya dalam kasus Century. “Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana,” terang George dalam bukunya.

George dikenal sebagai sosok kritis. Ia pernah menjadi salah satu pengkritik tajam pemerintahan Soeharto, yang akhirnya membuatnya dicekal.

Des
30
Filed Under (Resensi) by violater2079 on 30-12-2009 and tagged ,

Download Buku Gurita Cikeas - buku Gurita Cikeas kini menjadi buah bibir masyarakat, dan tidak kalah hebohnya dengan kasus Bank Century. Seperti kita ketahui Buku Membongkar Gurita Cikeas yang ditulis oleh George Junus Aditjondro, Guru Besar Sosiology Korupsi New Castle University Australia yang pernah ‘menelanjangi’ KKN antara Presiden Suharto dengan Habibie lewat buku “Dari Soeharto ke Habibie : guru kencing berdiri, murid kencing berlari : kedua puncak korupsi, kolusi, dan nepotisme rezim Orde Baru” (Pijar Indonesia, 1998), dan “Korupsi Kepresidenan Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi, dan Partai Penguasa” (Mei, 2006) ini kembali membetot perhatian banyak orang, dari tukang becak hingga RI-1.

Dengan lokasi launching di Yogyakarta, George Junus Aditjondro Rabu (23/12) meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Membongkar Gurita Cikeas, di Balik Kasus Bank Century”. Buku dengan cover seekor gurita dengan “Mahkota Raja Jawa” itu isinya dengan sangat berani membongkar KKN yang berada di sekeliling Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sejak dari Pemilu dan Pilpres 2009 hingga kasus Bank Century.

Namun sayang banget, baru 2-3 hari di distribusikan oleh PT. Gramedia, buku Gurita Cikeas itu sudah lenyap di pasaran. Diduga bukan karena habis terjual melainkan karena adanya desakan dari kekuasaan.

Berikut isi pada halaman pertama dalam buku Gurita Cikeas ini :

Apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas-desus,rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan ke dana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan….

Sejauh mana para pengelola Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana penyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?

Nah berhubung saya dan anda tentunya sangat penasaran dengan buku Membongkar Gurita Cikeas tersebut, yuk kita cari sama-sama link download buku gurita cikeas nya. Insya Allah, link download ebook Membongkar Gurita Cikeas nya cepat saya temukan sehingga bisa dipublish di blog ini. Kalau udah dapat info dimana bisa download buku membongkar gurita cikeas mohon beri comment di bawah ya.

Update : Saya sudah dapat link download Membongkar Gurita Cikeas, namun masih yang pracetaknya. It’s ok lumayan lah 41 halaman. silahkan download di link berikut : Gurita Cikeas Pdf